Bang Sandiaga, bukan Keripik Tempe tapi Tempe Keripik!
December 22, 2018
Money Politic, Strategi Relevan di Trenggalek?
December 25, 2018

Menolak Lupa, 5 Aksi Gila Caleg Gagal

Persaingan pileg sangat ketat, KPU Trenggalek mencatat ada lebih dari 400 caleg yang terdaftar dan jumlah kursi yang tersedia hanya 45 kursi. Jadi hanya sekitar 1 dari 10 caleg yang bisa lolos. Kemungkinan yang kecil ini memaksa para caleg untuk menyiapkan berbagai sumber daya, tenaga, pikiran dan keuangan. Tapi hal penting yang ternyata jarang di persiapkan adalah caleg harus memilik mental yang kuat untuk menerima kemungkinan terburuk.

Tahun 2009 Kementerian Kesehatan melansir ada 7736 caleg yang stres karena gagal. Dengan rincian caleg DPR RI sebanyak 49 orang, DPRD I sebanyak 496 orang, caleg DPD sebanyak 4 orang, dan caleg DPRD II sebanyak 6.827.

Tahun 2014 tidak ada catatan resmi yang keluar berapa jumlah caleg yang akhirnya harus dilantik di RSJ. Namun Ari Fahrial Syam Wakil Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia mengatakan dalam keterangan tertulisnya memprediksi fenomena caleg stres masih akan membayangi pemilu tahun ini.

BACA JUGA: Kenalan dengan salah satu Caleg muda Trenggalek

“Pada Pemilu 2014, tampaknya angka tersebut tidak akan bergeser banyak karena yang gagal jadi caleg juga bisa mencapai angka 180 ribu orang. Kekecewaan pasti dialami oleh sebagian mereka yang gagal tersebut,” kata Ari Fahrial Syam.

Media melaporkan ada beberapa aksi gila caleg yang gagal di beberapa daerah.

1. Rebut paksa kotak suara di TPS

Kisah pertama yakni aksi gila caleg MT (50) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Dia kecewa dan marah karena perolehan suaranya minim. Pria ini ditemani A (50) tiba-tiba keluar dari rumah dan mendatangi TPS 2 Dusun Cekocek, Desa Bierem, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.

Saat itu, petugas baru saja merampungkan penghitungan suara. Tanpa permisi, Taufiq dan Asmad langsung mengambil paksa sebuah kotak suara di tempat pemungutan suara (TPS) tersebut, 9 April 2014.

“Merasa tidak puas dengan hasil perhitungan suara, kedua pelaku pergi ke TPS dan mengambil kotak suara secara paksa, kemudian dibawa ke rumah saudara MT,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie.

Kedua pelaku kemudian diamankan Panwascam Tambelangan. Saat ini Panwaslu dan Gakumdu Polres Sampang masih memeriksa kasus tersebut. Jika terbukti melanggar, dia pun terancam sanksi.

2. Tarik bantuan untuk Mushola

Cerita gila lain adalah aksi caleg MH. Dia menarik kembali bantuannya untuk mushola di RT2/RW 2, Desa Majan, Kecamatan Kedang Waru, Tulungagung, Jawa Timur.

MH marah begitu tahu di kampung itu dia cuma dipilih 29 orang. MH kecewa karena perolehan suaranya pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 di luar harapan. Walhasil, sebanyak 2.000 batu bata, 10 sak semen dan satu truk pasir yang diberikan Miftahul Huda untuk pembangunan musala melalui salah satu tim suksesnya diminta kembali.

3. Caleg gagal di Ambon demo keliling desa

Kisah tragis caleg gagal lainnya ada di Maluku. Seorang calon anggota legislatif bersama sejumlah pendukungnya melakukan aksi demonstrasi ke beberapa desa di Kecamatan Waeapo, Kabupaten Buru, Maluku, setelah tidak mendapat dukungan suara dari masyarakat setempat.

“Caleg asal salah satu parpol terbesar berinisial BB itu melakukan aksi demo bersama sejumlah pendukungnya di dataran Waeapo karena merasa tidak puas dengan perolehan suara pileg kemarin,” kata warga setempat, Baim Wael, seperti yang dikutip dari Antara, Jumat, (11/4).

Mereka melakukan demonstrasi dengan cara berorasi sambil mengelilingi beberapa lokasi permukiman penduduk di unit 17 dan 18 serta beberapa desa lainnya di dataran Waeapo.

Menurut Baim, caleg tersebut masuk Daerah Pemilihan (Dapil) II Kecamatan Waepo dan sangat berkeinginan menjadi anggota DPRD Kabupaten Buru untuk periode lima tahun mendatang.

Sayangnya warga di dapil tersebut tidak memberikan dukungan suara mengakibatkan yang bersangkutan merasa dikhianati dan tidak puas sampai melakukan aksi demonstrasi.

4. Blokir Jalan Desa

Aksi gila lainnya dilakukan caleg gagal di Kabupaten Klungkung, Bali, yang gagal meraih dukungan mayoritas masyarakat. Dia memblokade akses jalan warga di sekitar rumahnya di Nusa Penida.

Blokade itu dilakukan KR, kepada warga di sekitar tempat tinggalnya di Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Penutupan jalan itu dilakukan dengan memasang batako di tiga tempat berbeda di sekitar rumah Ketut KR. Akibatnya, warga, terutama tetangga KR, kesulitan melakukan kegiatan di luar rumah.

“Dia kecewa karena tidak mendapatkan suara yang diinginkan dan merasa tidak didukung oleh masyarakat desa ini,” kata seorang pria yang rumahnya berjarak beberapa meter dari rumah KR, Sabtu (12/4).

Sementara itu, Kepala Desa Suana I Putu Rai Sudarta menyayangkan sikap KR. Dia menilai hal itu sebagai sikap kurang dewasa KR dalam berpolitik.

“Kami berharap permasalahan ini cepat terselesaikan dengan baik agar warga dapat melakukan aktivitas seperti sedia kala,” katanya.

5. Masuk RSJ

Tekanan saat gagal menjadi caleg memang besar. Apalagi jika mengingat besarnya uang yang harus dikeluarkan dan bingung cara membayarnya. Banyak yang akan gila karenanya seperti yang dialami oleh dua caleg dan tiga simpatisan partai dari Kalimantan Tengah ini.

Gagal dalam pemilu, dua dari lima orang itu mengalami gangguan jiwa ringan, seorang depresi sedang dan dua lainnya gangguan jiwa berat. Di mana dua orang itu terus mengoceh, murung dan tak mau makan. Akhirnya, selepas Pemilu 2009, kelima orang itu harus rela dirawat di sebuah RSJ Kalawa Atei.

Jadi bagaimana siapkah para caleg kalah, legowo dengan kemungkinan terburuk nanti. Semoga saja semua sudah dipersiapkan dengan baik dan terukur, memastikan tidak ada tindakan yang kebablasan.

Nakula
Nakula
Creator dan social media engineering. Bekerja sebagai profesional pemasaran, membantu beberapa perusahaan merencanakan langkah strategis untuk menjual produk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *