Caleg TrenggalekBaru
Kenalan dengan salah satu Caleg muda Trenggalek
December 21, 2018
Menolak Lupa, 5 Aksi Gila Caleg Gagal
December 24, 2018

Bang Sandiaga, bukan Keripik Tempe tapi Tempe Keripik!

Kali ini tempe setipis ATM disebut lagi dalam perjalanan safari cawapres nomor 02 Sandiaga Uno di Trenggalek. Didepan warga Trenggalek Sandiaga Uno berkelakar menemukan tempe setipis ATM di Trenggalek, yang warga Trenggalek biasa sebut Tempe Keripik.

“Trenggalek ini kota keripik tempe, betul? Di sini ini tempe setipis ATM nggih? Ya kesinilah kalau mencari tempe setipis ATM, Keripik tempe, pada nyari-nyari politisi di Jakarta. Mana katanya tempe setipis ATM ya ke Trenggaleklah,” kata Sandiaga didepan warga Desa Tumpuk, Kecamatan Tugu, Kamis (20/12/2018).

Anak muda Trenggalek yang mungkin sedang menempuh pendidikan atau bekerja di luar Trenggalek, jangan malu untuk mempromosikan Tempe Keripik.

Sebenarnya ada perbedaan mencolok antara Keripik Tempe dan Tempe Keripik, yaitu di proses pembuatannya. Jika di Malang atau kota lain memang bisa ditemui Keripik Tempe, yang proses pembuatannya dari tempe yang tebal kemudian di iris tipis-tipis. Tapi Trenggalek memiliki keunikan tersendiri, dari awal proses pembuatannya tempe sudah dibuat tipis. Biji kedelai sudah dipotong tipis-tipis.

Pengemasan juga masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan menggunakan daun pisang, tidak seperti tempe modern yang menggunakan plastik untuk proses fermentasinya. Setelah terfermentasi dengan sempurna barulah di goreng dengan tambahan bumbu lain. Ada bahan tambahan lain yang membuat gurihnya Tempe Keripik berbeda dengan keripik-keripik lain, yaitu daun jeruk yang diiris tipis-tipis. Sampai hari ini keaslian Tempe Keripik milik Trenggalek masih berusaha dipertahankan.

Dalam kesempatan lain saya berdiskusi dengan Mas Yudha Caleg Trenggalek Dapil 1. “Tempe Keripik adalah brand yang hanya dimiliki Trenggalek. Ini patut diperhatikan, jangan sampai semakin kesini kita ikut-ikutan menyebut Keripik Tempe seperti Bang Sandi hahaha.” ujarnya sambil tertawa. “Anak muda Trenggalek yang mungkin sedang menempuh pendidikan atau bekerja di luar Trenggalek, jangan malu untuk mempromosikan Tempe Keripik.” tambahnya.

“Masih ingat ketika kuliah di Malang ada pertanyaan dari dosen.”

“Apa makanan khas Trenggalek?”

“Tempe Keripik Bu.”

“Keripik Tempe maksudnya?”

“Bukan Bu, Tempe Keripik. Proses pembuatannya berbeda dengan Keripik Tempe. Dari awal pembuatan tempe sudah tipis-tipis.”

“Boleh, kapan-kapan saya titip kalau kamu pulang.”

“Siap, laksanakan.”

Dari nama saja masyarakat luar Trenggalek penasaran, tinggal kita pandai bercerita untuk membantu mempromosikan produk asli Trenggalek itu. Sedikit banyak kita akan membantu mempromosikan Trenggalek dan produk-produknya.

“Saya ada kepikiran, bagaimana kalau Tempe Keripik dikemas dengan packaging lebih menarik. Dengan target pasar adalah anak-anak muda.” kata Mas Yudha membuka bahan diskusi.

“Kelemahan dari Tempe Keripik adalah mudah hancur dan packaging yang terlalu tua, perlu diganti itu.”

“Anak muda ndak mau ribet. Ndak mungkin mereka mau liburan ke Karanggongso mampir beli Tempe Keripik besek-an, hahaha.”

“Solusi dari saya Tempe Keripik di perkecil ukurannya otomatis dia akan lebih kuat. Kedua, buat packaging seperti Keripik Ketela Maicih.”

“Improvisasi nya, buat beraneka rasa. Atau dibuat level pedas seperti Maicih. Gimana menurutmu?”

Sambill melongo, “Mas Yudha kapan kepikiran itu?”

“Barusan lewat, hahaha”

“Hehe perasaan baru ngobrol, sampean sudah membuat masalah dan bikin solusinya.” dalam hati ini kalau ada yang eksekusi dengan marketing yang baik bisa jadi bisnis besar. Ingat ya produk khas Trenggalek adalah Tempe Keripik bukan Keripik Tempe.

Nakula
Nakula
Creator dan social media engineering. Bekerja sebagai profesional pemasaran, membantu beberapa perusahaan merencanakan langkah strategis untuk menjual produk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *