Jawaban “SELOW” Caleg Trenggalek
December 20, 2018
Bang Sandiaga, bukan Keripik Tempe tapi Tempe Keripik!
December 22, 2018

Kenalan dengan salah satu Caleg muda Trenggalek

Caleg TrenggalekBaru

Pesta demokrasi tahun 2019 sudah semakin dekat, 17 April nanti seluruh masyarakat Indonesia menggunakan hak nya untuk memilih presiden dan wakil rakyatnya. Namanya pesta harusnya dilaksanakan dengan suka cita, mungkin nanti akan ada tindakan saling serang opini oleh para calon dibantu relawannya. Kita masyarakat harus siap dan tetap kritis, dan yang paling penting jangan mudah baper.

Pileg nanti akan diadakan bersamaan dengan pilpres, dan tugas berat masyarakat masuk bilik suara dengan memegang 5 surat suara yang berisi banyak sekali nama. Masing-masing surat suara hanya diperbolehkan tertuju pada satu nama. Pertanyaanya apakah kita sebagai pemilih sudah benar-benar mengenal para calonnya? Perlu diketahui tantangan terberat para pemilih adalah jangan sampai salah kirim orang duduk di posisi strategis.

BACA JUGA: Jawaban “SELOW” Caleg Trenggalek

Kita melihat ada 3 (tiga) jenis calon pemilih, pertama yang sudah menentukan pilihannya, kedua belum menentukan karena belum menemukan dan yang ketiga adalah pemilih apatis yang benar-benar tidak peduli jalannya politik di Trenggalek. Kali ini kita akan mewawancarai melalui salah satu caleg muda Kab. Trenggalek, yang saat ini muncul dengan tagline #TrenggalekBaru.

“Mas Yudha bagaimana kabarnya hari ini?”

Alhamdulillah baik.

“Sudah siap untuk obrolan hari ini? Hahaha”

“Ndak sepertinya, saya boleh pulang? hehehe.”

“Ndak mau kampanye sepertinya Mas ini.”
“Saya mulai ya mas?”
“Bisa disampaikan Mas Yudha dari partai mana dan dapil berapa?

“Saya dari Partai Solidaritas Indonesia atau PSI. Saya mewakili untuk Dapil 1 Kab. Trenggalek yang meliputi Kec. Durenan, Kec. Trenggalek, Kec. Pogalan dan Kec. Bendungan. Saya nomor urut 3.”

“Ok.”
“Saat ini kesibukkanya apa mas?”

“Sekarang saya menjalankan bisnis saya di Malang.”

“Di Malang?”

“Iya di Malang.”
“Saya dulu mencoba merintis di Trenggalek, tapi pasar memang berbeda jadi saya harus merantau. Kenapa memilih Malang, karena saya dulu kuliah di Malang dan jaringan sudah ada. Tinggal melanjutkan.”

“Bisnis apa mas?”

“Saya ada bisnis dibidang teknologi. Lebih tepatnya perusahaan yang saya bangun di bidang software development.”

“Menarik ini. Trenggalek kebetulan sedang mengembangkan SMART CITY dengan QLUE.”

“Nah, itu salah satu yang menarik perhatian saya beberapa waktu terakhir.”

“Trenggalek dibawah kepemimpinan dua anak muda mencoba memberikan terobosan dibidang teknologi. Mungkin saya bisa membantu jika duduk di parlemen. Kalau boleh menambahkan, sebenarnya banyak anak muda Trenggalek yang mampu membuat SMART CITY versi Trenggalek. Beberapa anak muda Trenggalek bekerja dibidang software development, bahkan ada yang bekerja di BUKALAPAK.”

“Kenapa ingin nyaleg?”

“Saya ingin pulang ke Trenggalek. Membangun Trenggalek lewat parlemen.”

“Kenapa lewat parlement? Bukankah banyak cara lain.”

“Benar, banyak cara lain untuk membangun Trenggalek. Selama yang sudah saya lakukan adalah membantu beberapa UKM di sekitar rumah orang tua di Jarakan. Dulu ketika ingin merintis perusahaan di Trenggalek harapan saya akan membuka lapangan pekerjaan di Trenggalek, namun kenyataanya saya kurang bisa berkembang di Trenggalek. Perusahaan saya berkembang di kota orang dan membuka lapangan pekerjaan di kota orang.”

“Sebenarnya cara lain buat saya disini membangun Trenggalek adalah lewat parlement.”

“Sudah berapa mas karyawannya?”

“Saat ini ada 13 orang, rata-rata adalah programer.”

“Sebentar, Mas Yudha ini usianya berapa?”

“Masih 28 tahun.”

“Ternyata masih muda dan sudah punya perusahaan sendiri.”

“Biasa aja mas.”

TrenggalekBaru

“Trenggalek saat ini menurut Mas Yudha, bagaimana?”

“Trenggalek sedang mengalami kenaikkan di sektor pariwisata, sebenarnya ini adalah pasar baru. Wisatawan datang pasti bawa uang kan ya? Itu adalah kesempatan para pemilik UKM untuk kreatif membuat produk yang menarik dan memasarkannya.”

“Banyak anak muda memilih meninggalkan Trenggalek, padahal kesempatan yang saya sampaikan diatas tadi bisa menjadi lapangan pekerjaan yang potensial. Memang itu tadi, kita harus tetap kreatif. Dan mungkin saya dulu anak muda yang tidak kreatif juga dan memilih jalan mudah di kota orang hahaha”

“Saya tadi mau bilang gitu mas, hahaha”

“Hahaha, ndak apa-apa. Saya akui seharusnya saya dulu lebih keras membangun usaha di Trenggalek, dan cita-cita saya membuka lapangan kerja di Trenggalek bisa tercapai. Jadi seperti yang saya sampaikan tadi, masuk parlement ini adalah cara lain saya membantu membangun Trenggalek.”

“Sudah mulai kampanye dimana aja mas?”

“Yang pasti di Trenggalek ya mas, kemarin nyoba kampanye di Ponorogo ternyata bukan Dapil saya huehehe”

“Yah mas, kan sampean Caleg DPRD Kab. Trenggalek. Yo opo se?”

“Guyon mas, hehe.”

“Secara terang-terangan mungkin belum mas. Beberapa waktu belakangan ini saya kunjungan ke orang-orang yang berpengaruh. Guru-guru MTsN Model dan SMA Negeri 1 Trenggalek, yang utama minta doa restu mereka. Tidak mungkin saya sampai disini tanpa mereka.”

“Apa yang Mas Yudha tawarkan?”

“Saya membawa semangat #TrenggalekBaru untuk menyelesaikan beberapa persoalan di Trenggalek yang menjadi perhatian saya selama ini. Pertama mendorong transparansi dan kecepatan pelayanan publik. Saat ini saya berdomisili di Malang namun setiap isu di Trenggalek saya berusaha mengikuti. Masyarakat sekarang kalau curhat banyak di sosial media, jadi mudah cari informasinya, hahaha.”

“Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik menyinggung tentang waktu pelayanan, namun tidak menyinggung secara kongrit berapa waktu pelayanan. Mungkin ini yang membuat banyak masyarakat mengeluhkan lamanya waktu tunggu, karena tidak ada kepastian waktu pelayanan.”

“Kedua perihal ekonomi. Banyak UMKM yang tumbuh di Trenggalek, bahkan perhatian khusus diberikan oleh Mas Emil seperti Komunal Brand. Melalui hak berpendapat saya ingin sampaikan Trenggalek butuh team marketing dibawah pemerintah langsung, posisinya bisa seperti GERTAK. Dia akan turun langsung kelapangan melihat potensi UMKM Trenggalek dan keluar daerah untuk memasarkan. Jika memang dibutuhkan dibuatkan perdanya. Mungkin ini maksud Bang Sandi dulu melalui OKE OCE hahaha.”

“Kalau dari sisi usia Mas Yudha ini termasuk generasi milenial, kira-kira apa yang Mas Yudha tawarkan untuk mereka?”

“Generasi saat ini menyukai optimisme, saya selalu menceritakan kepada mereka Trenggalek ini akan lebih cepat pembangunannya kalau mereka tetap disini dan mulai berkarya. Peran anak muda untuk pembangunan Trenggalek sangat besar, karena itu saya tawarkan poin dua tadi, terkait team marketing.”

“Oia, team marketing tadi tidak hanya menjualkan ya. Tapi juga melatih para UMKM bagaimana membangun produk yang sesuai dengan pasar. Karena team marketing ini bersentuhan langsung dengan calon konsumen, pasti mereka lebih menguasai kebutuhan pasar.”

“Bisa dijelaskan lagi mas mengenai TEAM MARKETING?”

“Saya memulai bisnis dari seorang marketing disebuah perusahaan, dari situ saya tahu budget untuk marketing ternyata sangat besar. Banyak UMKM tidak memahami ini, padahal uang datangnya dari penjualan kan? Hasil dari proses marketing. Perusahaan besar pasti memiliki divisi ini, karena itu melalui hak berpendapat saya coba sampaikan ini untuk membantu UMKM melakukan penjualan dan tumbuh di Trenggalek.”

“Sepertinya sudah mateng yang ditawarkan.”
“Sekarang sebagai penutup mas. Sepertinya pembaca sudah bosan ngomong hal-hal yang serius. Hobi Mas Yudha apa kira?”

“Main game hahaha”

“Masih sempat mas? Main game apa?”

“Game PC ya saya masih main DOTA. Kalau mobile PUBG. Di kantor main PES.”

“Di kantor bisa main game?”

“Kadang kalau capek sama kerjaan, saya ajak karyawan main PES hahaha”

“Kok enak sepertinya kerja sama Mas Yudha hahaha”
“Gak main Mobile Legends?”

“Moba kok analog, hahaha”

“Kampret, aku ya maen iku Mas.”
“Ok, terimakasih banyak Mas Yudha sudah bersedia ngobrol sebentar. Semoga masyarakat Trenggalek terbantu untuk lebih mengenal Mas Yudha sebagai caleg yang ikut kontestasi politik di Kab. Trenggalek.”

“Sama-sama.”

Nakula
Nakula
Creator dan social media engineering. Bekerja sebagai profesional pemasaran, membantu beberapa perusahaan merencanakan langkah strategis untuk menjual produk.

3 Comments

  1. […] BACA JUGA: Kenalan dengan salah satu Caleg muda Trenggalek […]

  2. […] BACA JUGA: Kenalan dengan salah satu Caleg muda Trenggalek […]

  3. […] BACA JUGA: Kenalan dengan salah satu Caleg muda Trenggalek […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *