Membangun Personal Branding Caleg
September 11, 2018
Caleg TrenggalekBaru
Kenalan dengan salah satu Caleg muda Trenggalek
December 21, 2018

Jawaban “SELOW” Caleg Trenggalek

Kita menghadapi tahun politik dimana sosial media memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi. Saat ini banyak tokoh politik hingga partai menggunakan sosial media untuk menyampaikan Visi Misi, dan pandangan politiknya. Selain karena efisien, penggunaan sosial media lebih terukur dan tepat sasaran. Jika dipergunakan dengan masif bukan tidak mungkin para politisi lebih mudah mencapai target jika dibandingkan menggunakan media cetak atau televisi. Kita semua tahu biaya promosi di media televisi dan media cetak jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan sosial media.

Menjelang tahun 2019, dimana pemilu dilaksanakan kondisi sosial media semakin panas. Semakin banyak informasi yang tersebar mengakibatkan masyarakat kesulitan untuk membedakan mana informasi yang benar dan salah. Tidak jarang keberadaan sosial media menjadi alat untuk menyerang orang lain, entah itu melalui kolom komentar maupun secara terangan-terangan menulis di wall.

Kali ini salah seorang Caleg Dapil 1 Kab. Trenggalek Yudha Prayogo Asmoro, dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendapat giliran untuk di uji tingkat kesabarannya merespon netijen dengan akun Facebook Yanuar Kriswiratmoko. Jika dilihat record kebelakang akun tersebut dapat diketahui sebagai pendukung salah satu capres, yang otomatis seluruh tindakan dan statment petahana maupun pendukung petahana adalah tidak benar. Kebetulan akhir-akhir ini ketua PSI Grace Natalie memberikan pidatonya, dan dalam pidatonya ada beberapa yang menjadi bahan untuk bisa di “goreng”. Pertama bahwa PSI tidak mendukung Perda berdasar agama dan kedua PSI juga tidak mendukung adanya Poligami.

Jelas ini menjadi kesempatan untuk “goreng” isu, banyak media oposisi yang berusaha membuat kontent untuk menyudutkan PSI dari pidato ketua partai. Dari konten-konten itulah akun Facebook Yanuar Kriswiratmoko menguji kesabaran Caleg Dapil 1 Kab. Trenggalek Yudha Prayogo Asmoro. Tidak tanggung-tanggung nama Yudha Prayogo Asmoro langsung di tag dalam wall facebooknya, tidak hanya sekali melainkan berkali-kali. Mungkin karena kesibukan, Yudha hanya menanggapi beberapa saja.

1. Kader PSI dilarang Poligami, memilih mundur

Yanuar Kriswiratmoko sepertinya memang memiliki hubungan baik dengan Caleg Dapil 1 Kab. Trenggalek Yudha Prayogo Asmoro, bisa dilihat dari bahasanya yang digunakan masih baik bahkan ada tertawanya. “Sampean piye mas  Yudha Prayogo Asmoro… hehe… sekedar nanya.. peace yo mas..”, tulisnya.

Yudha juga menanggapi dengan baik “Aku biasa aja mas, lagian bukan masalah partai mendukung atau tidak mendukung poligami. Masalahnya istriku ngasih ijin apa ndak 😂”.

Dalam agama syarat poligami memang tidak harus ijin dari sang istri, namun dalam Undang-undang Perkawinan Pasal 5 ayat (1) poin a yaitu adanya persetujuan dari isteri/isteri-isteri. Yudha mungkin menanggapi dengan guyonan, tapi yang disampaikan sesuai dengan UU Perkawinan.

2. Syiah adalah ajaran baik

Ternyata ini adalah isu yang muncul tahun 2014, sampai saat ini kami belum bisa menemukan artikel berupa pernyataan resmi dari Tsamara. Tapi pernyataan ini sudah pasti akan menghangat dan akan terus menyerang PSI, sebagai partai baru yang elektabilitasnya mengalami perkembangan paling pesat, bahkan mengalahkan beberapa partai lama. Salah satu yang menjadi isu adalah pernyataan Grace Natalie bahwa PSI tidak akan mendukung Perda Agama, dari pernyataan tersebut media oposisi mencoba mengarahkan opini publik bahwa PSI partai yang anti akan Perda Syariah. Sehingga isu-isu agama dianggap menjadi celah menjatuhkan PSI.

Kali ini akun Yanuar Kriswiratmoko mencoba mempertanyakan kepada Yudha terkait isu agama yang sebenarnya muncul di tahun 2014. “gmn menurut samoean mas Yudha Prayogo Asmoro” begitu tertulis pada status Facebooknya. Sepertinya Yudha tidak ingin larut dalam perdebatan yang tidak akan menemukan titik temu dengan bertanya “Sampean ada waktu mas?”.

Mungkin akun Yanuar Kriswiratmoko mengira akan diajak bertemu dan berdiskusi, dia pun menjawab “Lagi di Kediri mas Yudha Prayogo Asmoro..ntra nek di malang tak mampir”. Sepertinya memang benar Yudha Prayogo Asmoro dan Yanuar Kriswiratmoko saling mengenal. Tapi apa jawaban Yudha Prayogo Asmoro, rupanya ini serangan balik. “Ndak gitu mas, kalau ada waktu mau minta tolong ngajari capres wudlu sama sholat 😂”. Rupanya jawaban tersebut terlontar karena memang pada waktu itu viral video salah satu capres yang wudlu tapi membasuh tangan kiri terlebih dahulu.

Sepertinya jawaban ini mengenai telak, terlihat komen selanjutnya dari akun Yanuar Kriswiratmoko berusaha menjelaskan hal yang diluar konten yang dia share sendiri. Tidak hanya sekali tetapi dua kali. Memberikan pernyataan berkali-kali adalah bentuk defense mechanism yang keluar secara alami ketika kita merasa diserang, berbohong atau zona nyaman opini kita dimasuki.

Yudha Prayogo A., S.Psi
Yudha Prayogo A., S.Psi
Kita semua adalah pejuang, dalam setiap pertumbuhan dan perkembangan ada orang yang sangat keras kepada dirinya sendiri. Sangat yakin, kita semua wajib berjuang keras untuk setiap pertumbuhan.

1 Comment

  1. […] BACA JUGA: Jawaban “SELOW” Caleg Trenggalek […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *