Rincian Gaji DPRD Kota Malang
September 10, 2018
Jawaban “SELOW” Caleg Trenggalek
December 20, 2018

Membangun Personal Branding Caleg

KPU beberapa waktu lalu mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) kepada konstituen atau masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan respon dari masyarakat atas nama-nama yang terdaftar. Jadi KPU seperti meminta bantuan masyarakat untuk melakukan evaluasi awal terhadap nama para calon. Jika mungkin ada nama-nama yang ternyata oleh masyarakat dianggap tidak cocok boleh menyampaikan kepada KPU dengan alasan yang jelas pastinya.

Pengumuman DCS ini oleh sebagian caleg dianggap sebagai mulainya kontestasi. Sehingga tidak heran ketika tiba-tiba teman Facebook anda pasang foto profile lengkap dengan bendera partai dan nomor urut. Para caleg sudah berusaha untuk menampilkan diri kepada masyarakat. Penampilan ini yang menarik untuk kita bahas dalam tulisan ini. Kita bersama-sama akan membahas dari sisi marketing dan brand yang akan dituju oleh para caleg.

Mungkin sampai hari ini para caleg masih malu-malu untuk lebih terbuka mengenai visi misi mereka. Beberapa postingan para caleg sudah menampilkan semacam moto mereka dan beberapa sudah menambahkan kata-kata motivasi untuk para calon konstituen di dunia maya. Tapi kalau kedepan masih terus seperti ini butuh “energi” besar untuk para caleg tersebut menang.

Mendekati masa kampanye para calon legislatif diuji dengan turunnya tingkat kepercayaan masyarakat dengan para anggota dewan. Hal tersebut dikarenakan terungkapnya kasus korupsi masal oleh anggota DPRD Kota Malang. Belum selesai dengan cerita di Malang, berita terbaru dengan kasus yang sama yaitu korupsi masal anggota DPRD Provinsi Jambi. Hasil dari pengembangan tindakan korupsi oleh Gubernur Jambi non aktif Zumi Zola Zulkifli sepertinya harus menyeret lebih banyak tersangka. Seperti tidak mau kalah dengan Kota Malang, KPK membeberkan aliran uang ke 53 anggota DPRD Provinsi Jambi.

Sebenarnya brand negatif sudah tertanam pada lembaga pemerintahan ini. Berbagai lembaga survei membuktikan hasilnya. Survei Alvara Research Center yang mengungkapkan bahwa DPR sebagai lembaga yang kinerjanya paling rendah menurut persepsi masyarakat. Manajer Riset Charta Politika Muslimin Tanja menuturkan, 29,8 persen responden menilai kinerja DPR secara umum masih buruk. Sementara masyarakat yang menilai baik sebesar 27,5 persen.

“Ternyata penilaian publik terhadap DPR masih banyak negatifnya. Walaupun undecided (responden tak/belum menentukan pilihan)-nya masih 20 persen, artinya tidak mayoritas lagi. Kalau dulu yang menilai buruk bisa 50 persen terutama pada masa Setya Novanto sebagai ketua DPR,” ujarnya saat merilis hasil survei di Jakarta.

Kembali lagi bahwa kerja para caleg di setiap tahunnya memang berat untuk meyakinkan masyarakat. Bukan karena mereka tidak baik, melainkan karena brand yang sudah terlanjur tertanam dibenak masyarakat. Langkah-langkah sederhana untuk untuk para caleg membangun personal brandingnya sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Menulis
    Menulis sebagai sarana untuk menyampaikan opini, menyampaikan sudut pandang terhadap berbagai permasalahan. Menulis moto dalam sebuah baner tidak cukup untuk membentuk personal branding, diperlukan deskripsi lebih banyak untuk menyampaikan sebuah sudut pandang. Melalui tulisan caleg bisa menggambarkan permasalahan dan menyampaikan solusi-solusi menurut sudut pandangnya.
  2. Sosial Media
    Melalui sosial media selain bisa menyampaikan berbagai opini caleg juga dapat mengunggah berbagai aktifitas kesehariaan, kegiatan apa saja yang diikuti dan lain sebagainya. Kegiatan berkampanye juga bisa dimasukkan dalam sosian media untuk menegaskan bahwa dia sedang berkampanye dan dia adalah seorang caleg. Jangan sampai orang-orang terdekat tidak tahu bahwa dia adalah seorang caleg.
  3. Berorganisasi
    Kampanye saat ini mulai muncul strategi baru, yang mungkin juga dipengaruhi adanya pilpres. Saat ini muncul kelompok-kelompok relawan untuk pilpres. Masuknya caleg pada salah satu kelompok relawan bisa jadi sangat membantu, apalagi jika masuk kedalam kelompok dengan masa yang besar.

Mungkin itu beberapa cara untuk para caleg membranding dirinya sendiri melalui cara yang lebih mudah dan efisien. Ingat ini adalah even 5 (lima) tahunan, jangan korbankan semuanya. Terimakasih.

Yudha Prayogo A., S.Psi
Yudha Prayogo A., S.Psi
Kita semua adalah pejuang, dalam setiap pertumbuhan dan perkembangan ada orang yang sangat keras kepada dirinya sendiri. Sangat yakin, kita semua wajib berjuang keras untuk setiap pertumbuhan.

Comments are closed.