Saran “keras” untuk para Jobseeker
August 21, 2018

Heboh gaji Megawati di BPIP

Gaji kalian berapa?!?

Gaji menyentuh UMR untuk sebagian orang sudah bersyukur, apalagi dua kali lipat dari UMR sudah sujud syukur kita. Tapi semua tetap kembali ke masing-masing orang, kalau bersyukur semua pasti nikmat.

Beberapa hari ini heboh gaji Ibu Megawati mantan presiden yang belum pernah menang pemilu. Upss, iya belum pernah. Dulu menjabat presiden karena almarhum Gusdur lengser sebelum masa jabatan, akhirnya diganti Ibu satu ini. Masalah gaji ini memang menjadi kejutan, karena badan yang dibentuk baru seumur jagung. Istilahnya masih perusahaan startup tapi gaji dulu digedein.

Tapi setiap badan yang dibentuk pastilah mempunyai tujuan positif, mungkin ini dulu yang perlu kita pelajari. Yang pasti BPIP ini punya beban kerja yang tidak ringan, salah satunya yang telah diungkapkan oleh Romo Benny Susetyo, salah satu anggota Satuan Tugas Khusus (Satgasus) perekrutan pegawai BPIP, sangat penting untuk menangkal radikalisme yang bertumbuh semakin subur akhir-akhir ini.

BPIP ini mengekstrak nilai-nilai pancasila selanjutnya menjadi arus dalam setiap kebijakan. Dalam pendidikan, memberikan sinergi pada kementrian-kementrian terkait. Jadi jangan heran semisal dalam langkah-langkah dan sosialisasi program kerja banyak ditemui nilai-nilai pancasila didalamnya, karena jika itu tidak ada BPIP dianggap tidak kerja.

Dalam refensi yang lain BPIP juga bertugas mengaktualisasikan Pancasila dalam kehidupan yang lebih konkret, yang katanya hanya bisa lewat kebijakan.

Kembali lagi ke gaji, setelah kita tahui beberapa pekerjaan BPIP kira-kira masih butuh tidak dengan gaji senilai Rp 112 juta?

Kalau saya pribadi masih terlalu terburu-buru untuk penentuan gaji sebesar itu, disisi lain kita sebagai masyarakat kesulitan untuk mengukur hasil kerja para Punggawa BPIP tersebut.

Disisi lain ada ahli yang menyampaikan pandangan negatifnya terhadap badan tersebut. Dianggapnya sebagai sarana “Balas Budi” Presiden Joko Widodo terhadap ketua partai PDIP, Ibu Megawati.

“Apakah BPIP ini dibentuk untuk mengakomodasi mereka yang tidak tertampung di komisaris-komisaris BUMN, kabinet, artinya tidak ada tempat lain untuk mengakomodasi mereka secara politik?” tanya Bawono Kumoro, peneliti politik.

Begitulah Nguingers, dalam politik kebijakan baik masih akan tetap ada celahnya untuk dicela, apalagi kebijakan yang tidak  populis bisa jadi bahan para buzzer cari makan. Jadi, kita tetap stay calm. Banyak agenda dibelakang setiap buzzer.

Yudha Prayogo A., S.Psi
Yudha Prayogo A., S.Psi
Kita semua adalah pejuang, dalam setiap pertumbuhan dan perkembangan ada orang yang sangat keras kepada dirinya sendiri. Sangat yakin, kita semua wajib berjuang keras untuk setiap pertumbuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *